muvonnews 

Sarjana Harus Miliki Prestasi dan Kemampuan yang Berbeda Selama Kuliah

UMY, Yogyakarta — Saat ini terdapat ribuan sarjana yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun masih banyak dari mereka yang kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, hanya berbekal predikat cumloude ketika lulus tidak menjadi nilai lebih bagi seorang sarjana. Untuk itu, selama berkuliah mahasiswa dituntut untuk menggali minat dan bakat agar memperluas pengalaman serta mendapatkan prestasi supaya memiliki nilai tambah. Salah satunya dengan mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Reviewer dan Juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Prof. Rr. Sri Rachma Aprilita Bugiwati, Ph.D., mengatakan bahwa selama berkuliah harus bisa memanfaatkan berbagai hal yang dapat menggali potensi diri. Jangan hanya berkuliah di kelas, tetapi harus bisa memanfaatkan segala peluang yang ada. PKM menjadi salah satu wadah untuk mengasah berbagai kemampuan yang menjadikan pribadi menjadi unggul.

“Sekarang lulusan perguruan tinggi harus mengusai empat hal yaitu; ilmu pengetahuan tentang disiplin ilmu yang dipelajari di kelas, kemampuan untuk berfikir, kemampuan menejemen dan dapat berkomunikasi yang baik. Oleh karena itu, PKM menjadi salah satu wadah untuk mengasah kemampuan tersebut,” ujarnya saat mengisi Seminar Berfikir Kreatif Bagi Mahasiswa yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Universias Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (5/9/2019) di Gedung K.H Ibrahim UMY.

Lita juga menjelaskan bahwa dalam PKM terdapat banyak fokus penelitian yang dapat dilakukan mahasiswa. Selain itu, beberapa mahasiswa juga dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk membentuk suatu kelompok. Karena kelompok diisi oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Mahasiswa dapat membangun kemampuan kerjasama tim dan memperoleh dari ilmu lain.

“Mengembangkan kemandirian lewat PKM adalah pilihan yang tepat, karena banyak sekali berbagai jenis penelitian. Ada tujuh fokus jenis PKM yang dapat diikuti seperti PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, Pengabdian Pengabdian Masyarakat, PKM Penerapan Teknologi, PKM Karsa Cipta, PKM Gagasan Tertulis dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif,” imbuhnya.

Kemudian Lita juga menegaskan bahwa jika ingin berprestasi di PKM, mahasiswa harus dituntut untuk berprilaku disiplin dan taat akan aturan yang ada. “Setiap tahun ada sekitar 60.000-an proposal penelitian yang masuk. Tetapi hanya ada 4000 saja yang kemudian didanai. Tahap yang banyak mengugurkan peserta adalah saat administrasi. Mereka gugur karena tidak disiplin, maka dari itu jangan sampai tidak taat aturan,” pungkasnya. (ak)

Related posts

Leave a Comment