suaramuhammadiyah.id 

Muhammadiyah Menghadapi Masalah Keumatan dan Kebangsaan

Oleh: Dr H Haedar Nashir, M.Si.

Seiring makin kompleksnya kehidupan, umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah yang semakin kompleks. Lebihlebih jika masalah tersebut dikaitkan dengan politik dan pemerintahan, semakin menonjol kadar masalahnya, karena politik itu sarat persepsi dan kepentingan. Posisi orang atau kelompok dengan suasana psikologis, alam pikiran, kecenderungan, dan kepentingannya akan mewarnai cara pandang dan sikap menghadapi masalah tersebut.

Coba rekam ulang peristiwa “gerakan putih 212” versus “gerakan kebhinekaan 214”, keduanya menggambarkan posisi pikiran dan kepentingan yang berbeda, yang menentukan kecenderungan sikap dan tindakan yang juga berbeda dalam menghadapi dinamika kebangsaan. Kasus penistaan agama yang menjadi pemicu juga tidak sederhana, di dalamnya terkandung banyak aspek dan kaitan. Dua aksi massa tersebut juga mengandung banyak dimensi yang tidak sederhana dengan kepentingan aktor dan kelompok yang kelihatannya sama tatkala aksi, tetapi di balik itu mengandung banyak muatan dari aspek keagamaan hingga politik.

Manakala menyangkut sikap terhadap pemerintahan, selalu terjadi pembelahan pandangan, sikap, dan kepentingan tergantung pada posisi orang dan kelompok masing-masing. Aspek suka dan tidak suka dengan latar belakang psikologis dan posisi ikut mewarnai dan hingga tidak jarang terjadi silang sengketa dalam menghadapi masalah-masalah krusial yang menyangkut dunia politik dan pemerintahan, yang ikut mengkonstruksi jenis dan kadar suatu masalah tentang kehidupan kebangsaan.

Bagi Muhammadiyah, 

Related posts

Leave a Comment