muvonnews 

Majelis DIkdasmen Siapkan Guru Milenial

PWMJATENG.COM, SALATIGA – Bekerja sama dengan pusat kajian pembelajaran ABK MIPA UNNES dan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud, Majelis Dikdasmen mengadakan pendampingan bagi Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga, SMP Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah Plus Salatiga. Dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, kegiatan tersebut diisi oleh tiga pemateri dari UNNES yang tergabung dalam ABK MIPA UNNES. Dihadiri secara langsung oleh Majelis Dikdasmen PDM Kota Salatiga kegitan pendampingan tersebut penuh dengan ratusan guru Muhammadiyah.

Sugiman memberikan materi tentang penguatan pembelajaran dan penilaian dalam rangka menyiapkan generasi emas yang cerdas berkarakter menyongsong abad 21. Ketua ABK MIPA UNNES tersebut mengajak kepada seluruh tenaga pendidik agar menyelaraskan diri dengan zaman. “Sebagai guru hanya satu peran kita yang tidak dapat tergantikan oleh aplikasi yang sedang viral di Indonesia yaitu mendidik”, ungkapnya.

Materi kedua diisi oleh Endang Sugiharti dengan materi perlindungan guru atas Hak Kekayaan Interlektual (HAKI). Ia membahas tentang Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dalam pembahasannya ia menyinggung bahwa dalam lingkup pendidikan banyak sekali karya guru yang tidak terpublikasi dengan baik, mereka para guru membuatnya dengan perjuangan untuk menghasilkan karya tersebut maka wajar jika harus dilindungi dan dilegitimasi karya tersebut.

Pemateri ketiga Amin Suyitno menyampaikan tentang pengembangan soal High Order Thingking Skill (HOTS). Ia menyampaikan substansi pembelajaran HOTS tidak hanya terbatas pada pembuatan soal. Tapi, memberikan pengalaman pembelajaran kepada siswa sehingga dapat berpikir kritis. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa ada tiga cara guru melakukan pembelajaran berbasis HOTS yaitu melatih siswa dengan pertanyaan how dan why, melatihkan melalui soal kontekstual dengan soal cerita, dan mendesain pembelajaran yang memuat keterampilan 4C, literasi dan PPK (penguatan pendidikan karakter).

Sutomo selaku tuan rumah menyambut baik dengan adanya kegiatan ini, selain sebagai sarana promosi sekolah kegitan ini dinilai sebagai ajang silaturahmi antar guru Muhammadiyah di Salatiga. “Alhamdulillah SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dipercaya untuk dijadikan tempat berkumpulnya guru Muhammadiyah Salatiga setelah kemarin ditunjuk dari Kementerian sebagai tempat Shooting PPK terintegrasi SPAB. Semoga dengan adanya kegiatan ini menambah berkah bagi SMP Muhammadiyah Plus Salatiga,” ungkapnya. (*)

Related posts

Leave a Comment