muhammadiyah.or.id 

Lewat Program KKN, UMY Kembangkan Promosi Digital Kerajinan

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pendampingan dan fasilitasi promosi produk kerajinan bambu dan kayu Banjarharjo 1, Muntuk, Dlingo, Bantul. Program pengabdian masyarakat ini disinergikan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY.

“Program ini ditujukan untuk mempromosikan produk kerajinan kayu dan bambu melalui digital marketing sehingga ada market place,” jelas ketua program pengabdian masyarakat UMY, Fajar Junaedi Senin (13/1/2020).

Ketua tim KKN UMY, Miftahul Fawwaz menambahkan bahwa kegiatan pengembangan promosi digital tidak hanya berhenti saat KKN, namun akan terus berkelanjutan.

“Untuk keberlanjutan program, kami akan melatih warga untuk menjadi kreator konten yang mengisi website produk unggulan Banjarharjo,” terangnya tentang metode pengabdian yang dilakukan.

Wakhid Widadi, kepala dusun  Banjarharjo 1 berharap KKN bisa terus berlangsung dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1.

“Seharusnya program KKN tidak berhenti saat KKN selesai, namun ada keberlanjutannya,” ujar Wakhid.

“Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga desa Muntuk untuk dijual kepada turis yang datang,” tambahnya. Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya. “Diharapkan dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 diantaranya diantaranya tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, vas bunga. Selain kerajinan dari bambu ini, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias.

“Produk kerajinan Banjarharjo 1 berasal dari kayu dan bambu yang ramah lingkungan, sehingga potensial dipromosikan melalui market place karena semakin tingginya kesadaran publik mengenai isu ekologi,” pungkas Fajar.

Related posts

Leave a Comment